Nama : FERNANDES YUDHA
Nim : 2013210040
Prodi :Ilmu Administrasi Negara
Dosen :Drs.Sugeng Rusmiwari,M.Si
Mata Kuliah : Ilmu Administrasi Perkantoran
- Analisis kristis dan bagaimana mempersiapkan dan melaksanakannya tentang konsep pengambilan keputusan efisien dan efektif serta bijaksana.
Kepemimpinan
dapat berlangsung dalam kehidupan
manusia sehari-hari. Kepemimpinan (leadership) sebagai suatu proses dapat
berlangsung di dalam dan di luar suatu organisasi. Kepemimpinan (leadership)
yang efektif dan efisien serta bijaksana
dapat dikatakan sebagai suatu proses dimana suatu prose itu adalah pencapaian
yang ingin di capai oleh suatu pimpinan untuk kemajuan bersama.
Kepemimpinan
yang efektif maupun efisien serta bijaksana merupakan proses yang bervariasi,
karena dipengaruhi oleh kepribadian pemimpin dalam mewujudkan hubungan
manusiawi dengan orang-orang yang dipimpinnya. Dan Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan
yang baik tentang kepemimpinan dan ilmu tentang ruang lingkup kerja profesinya
yang terdiri dari pengetahuan kognitif maupun skill/keterampilan. Seorang
pemimpin akan dihadapkan pada situasi tertentu dimana dia harus mengambil
keputusan yang tepat dalam menyelasaikan masalah tersebut sehingga nantinya
dapat menjalankan fungsi pelayanan publik dengan prima hasilnya “good
organization-govermance”. Dasar untuk pengambilan keputusan yang tepat adalah
pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis yang dimiliki oleh seorang leader. Didalam
proses seperti itu kepemimpinan akan berlangsung efektif maupun efisien serta
bijaksana, apabila fungsi-fungsi kepemimpinan diwujudkan sesuai dengan type
kepemimpinan yang mampu memberikan peluang bagi orang yang dipimpin, untuk ikut
berperan serta dalam menetapkan dan melaksanakan keputusan-keputusan. Dan juga
Pemimpin yang baik harus mengenal dirinya dengan
baik, diawali dengan mengevaluasi kekurangan dan kelebihan yang dimiliki
sehingga kekurangan tersebut dapat ditingkatkan.
Dengan demikian Kepemimpinan
(leadership) yang efektif maupun efisien sera bijaksana seperti tersebut di
atas, hanya terwujud jika mampu menghormati dan tidak membedakan yang nama yg
hak-hak asasi manusia (HAM), Gender, dan Pembangunan di dalam pelayanan kepada
masyarakat sehingga kita bisa dikatakan sebagai “agent of change and
development” meskipun akan selalu menghadapkan kepemimpinan pada berbagai
konflik. Untuk itu kepemimpinan yang efektif maupun efisien serta bijakana harus
mampu menyelesaikan setiap konflik, sebagai bagian dari prosesnya yang ingin
di capai dan didalam itu semualah baru dapat dikatakan sebagai kepemimpinan
yang berhasil dimata masyarakat.