Rabu, 23 April 2014

TUGAS ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN



NAMA : FERNANDES YUDHA
NIM : 2013210040
M.K : TUGAS ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN

Pada dasarnya Saudara dicetak menjadi Pemimpin, dengan berkompetensi Kepemimpinan, dengan nilai lebih pada Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang didasarkan pada teori sifat-sifat pemimpin, dengan harapan beraplikasi pada perilaku kepemimpinan situasional, sehingga ada keterikatan baik emosional maupun kontingensi tujuan baik individu maupun organisasi, melalui proses tingkat kematangan kompetensi yang ditunjang motivasi menjadikan diri pemimpin yang melayani dalam sistem kepemimpian.

Tugas:
1.       Lakukan analisis singkat atas konsep tersebut di atas. (jawaban soal no 1 ini setelah diserahkan secara fisik/tertulis, dimasukkan pada komentar, dan diunggah pada blog masing-2 mahasiswa, print out bukti unggah);

2.       Berikan contoh satu sikap dan perilaku, yang saudara lakukan dalam komitmen pemimpin yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan se-hari-2 saudara secara situasional;

3.       Tingkat kematangan pemimpin, akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam sikap, perilaku dan tindakan pengambilan keputusan, apakah usulan saudara agar mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut ?

Jawaban:
1.      Pada dasarnya kita  dicetak sebagai Pemimpin (leader) dengan kompetensi kepemimpinan (leadership), dengan nilai lebih pada etika dan filsafat kepemimpinan itulah yang sangat ditekankan pada pemimpin yang mendatang.  Bicara tentang kepemimpinan,   Kepemimpinan itu akan berlangsung efektif bilamana mampu memenuhi fungsinya, meskipun dalam kenyataannya tidak semua tipe kepemimpinan memberikan peluang yang sama untuk mewujudkannya. Dalam hubungan itu sulit untuk dibantah bahwa setiap proses kepemimpinan juga akan menghasilkan situasi sosial yang berlangsung di dalam kelompok atau organisasi masing-masing.
Untuk itu setiap pemimpin harus mampu menganalisa situasi sosial kelompok atau organisasinya yang dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan fungsi kepemimpinan dengan kerja sama dan bantuan orang-orang yang dipimpinnya, yang mana pemimipin juga harus bisa mengontrol emosionalnya  kepada bawahan atau  yang dipimpin.  Maka dari itu bila organisasi didalam kepemimipinan itu dapat mengidentifikasikan kualitas-kualitas yang berhubungan dengan kepemimpinan, kemampuan untuk menyeleksi pemimpin-pemimpin yang efektif akan meningkat, bila organisasi dapat mengidentifikasikan perilaku dan teknik-teknik kepemimpinan efektif organisasi, berbagai perilaku dan teknik tersebut akan dapat dipelajari. Disamping kepemimpinin, faktor motivasi yang akan mempengaruhi kinerja pegawai yang dimiliki seseorang adalah merupakan potensi, dimana seseorang belum tentu bersedia untuk mengerahkan segenap potensi yang dimilikinya untuk mencapai hasil yang optimal, sehingga masih diperlukan adanya pendorong agar seseorang pegawai kantor mau menggunakan seluruh potensinya. 

2.      Contoh  sikap dan perilaku, dalam komitmen pemimpin yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan se-hari-hari  secara situasional: Bersikap tegas dalam mengambil sebuah keputusannya maupaun dalam membuat sebuah keputusan , bersifat ramah dan bertamggung jawab besar dan senang menerima saran kritik org lain.
 Komitmen seorang pemimpin yang berkompeten tidak lepas dari dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan, bagaimana seorang pemimpin bisa menempatkan diri menjalankan tugasnya sesuai kemampuan yang dimiliki, nilai etika sangatlah penting dalam jiwa seorang pemimpin, pemimpin yang kompeten mampu membaca situasional dan kondisi yang dipimpin untuk meningkatkan kinerja yang optimal. Seorang pemimpin harus mewujudkan visi dan misi organisasi, suksesnya suatu organisasi tergantung pada satu sikap dan prilaku yang harus dimiliki seorang pemimpin salah satunya kualitas pribadi seorang pemimpin yaitu seorang pemimpin yang mempunyai kecerdasan, kemampuan memimpin, kemampuan berkomunikasi, penyelesaian masalah secara logika, budi pekerti terpuji, pertimbangan yang baik, mengembangkan ide baru, dan bisa membangkitkan semangat kebawahannya. Kepemimpinan yang dikehendaki masyarakat saat ini yaitu suatau prestasi nyata dan kualitas pemikirannya,memiliki jiwa kerakyatan, kepemimpinannya adalah mandat dari yang dipimpin, siap memimpin secara demokratis, punya wawasan kearah masa depan berlandas IPTEK, aktif serta didukung orang banyak, pemimpin yang bisa melayani masyarakat bukan pemimpin yang dilayani.

3.      Kematangan seorang pemimpin akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam sikap, prilaku dan tidakan pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan merupakan aktivitas yang sangat menentukan dalam suatu organisasi.  Pengambilan keputusan merupakan esensi/inti dari kepemimpinan.  Seorang pemimpin disebut pemimpin apabila dapat dan mampu mengambil keputusan.  Dalam kepemimpinan dikenal gaya-gaya kepemimpinan. Salah satu di antaranya adalah kepemimpinan partisipatif.  Kepemimpinan partisipatif mengandaikan adanya kondisi pemimpin memberikan ruang yang luas pada  keterlibatan yang utuh dan mendalam dari seluruh pimpinan dan anggota organisasi untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan, agar mencapai suatu tujuan tersebut maka Menurut saya tingkat kematangan kepemimpinan dalam pengambilan keputusan itu harus bisa memimpin dangan baik didalam kepemimpinan itu sendiri agar bawahannya merasa senang pada pengambilan keputusan yang dibuat, dan bawahan juga akan mudah  menerima suatu keputusan apabila mereka dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Keputusan  yang berkualitas apabila keputusan tersebut diputuskan secara bersama melalui proses pertukaran informasi dan pendapat dalam suatu forum diskusi atau rapat serta keputusan tersebut dilaksanakan. Jadi  usulan yang tepat mungkin banyak ikut didalam organisasi karena didalam organisasi itu sering terjadi yang namanya  harus membuat suatu keputusan dan didalam itu  juga kita bisa belajar  dengan baik cara membuat  suatau keputusan yang baik dan benar untuk bisa menyenangi bawahan dan kebaikan organisasi tersebut.




Minggu, 06 April 2014

MENJADI KOMUNIKATOR YANG BAIK DI HUMAN RELATION



Pertama-tama perlu kita tahu  bahwa human relation ( hubungan antar manusia)  adalah suatu interaksi atau lebih tepatnya suatu komunikasi antar individu  yang satu dengan yang lainnya seacar tatap muka demi mendapatkan suatu informasi atau pengetahuan. Dan komunikasi didalam human relation itu seharusnya sangatlah baik, karena  di dalam komunikasi itu sendiri ada yang namanya komunikator dan komunikan dan haruslah baik juga didalam menyampaikan sebuah pesan. Dan disini bicara tentang komunikator  dan komunikan yang baik, kita harus tau apa itu komunikator maupun komunikan. Komunikator adalah seseorang atau sekelompok orang yang menyampaikan pikirannya atau perasaannya kepada orang lain (komunikan), dan Proses penyampainnya berlangsung pada umumnya menggunakan bahasa. Dan komunikan adalah seseorang/ individu yang menerima pikiran atau perasaan (pesan)  dari komunikator itu.
Jadi intinya komunikasi itu adalah proses dimana komunikator menyampaikan pesan ke komunikan.
Dan bagaimana sih menjadikan komunikator yang baik di human relation.? Ditentukan dari apa yang disampaikan ke komunikan itu sendiri dan didalam penyampiaan pesan itu diharapkan apa yang disampaikan haruslah berbobot atau bermanfaat bagi sang komunikan/ pendengar. Dan cara penyampaiannya harus bisalah beretika ataulah sopan, dan keterbukaan komunikator  dalam menyampaikan pesan ke komunikan, selanjutnya komunikator harus bisa menyesuaikan diri dengan  komunikan dan harus bisa membaca tentang semua hal yang berhubungan dengan komunikan, baik yang dia sukai maupun yang tidak dia sukai, ini berfungsi agar hubungan antar masyarakat ini terjalin hubungan yang saling memuaskan. Dan selanjutnya mengatur diri/ mengontrol diri, kita harus bisa mengatur diri/ mengontrol diri dalam berkomunikasi/ berhubungan dengan komunikan atau lebih tepatnya penyamapaian pesannya kekomunikan kita harus bisa mengatur diri/ mengontrol diri kita terlebih dahulu, tidak hanya mengatur/ mengontrol orang lain, sikap ini akan mempengaruhi hubungan dengan komunikan  dan itu bisa  berjalan dengan baik atau gagal menurut sikap kita ke kominukan,dan yang terakhir mempunyai mekanisme kontrol dalam berhuman relation harus ada sesuatu yang disepakati antara komunikator dan komunikan agar kita berjalannya human relation tidak terjadi kesenjangan, jika hal yang disepakati itu tidak dijalankan dalam human relation maka human relation itu tidak akan berjalan dengan lancar dan tidak akan sempurna human relation tersebut. Dan dari semuanya itu kita bisa diharapkan  menjadi komunikator/ pembicara yang baik di human relatioan.
Jadi intinya harus bermanfaat bagi komunikan, beretika, sopan santun, keterbukaan, bisa menyesuaikan diri, mengatur/ mengkontrol diri, dan mempunyai mekanisme kontrol yang baik itulah salah satu cara menjadi komunikator yang baik didalam komunikasi dalam human relation.