NAMA : FERNANDES YUDHA
NIM : 2013210040
M.K : TUGAS ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN
Pada
dasarnya Saudara dicetak menjadi Pemimpin, dengan berkompetensi Kepemimpinan,
dengan nilai lebih pada Etika dan Filsafat Kepemimpinan yang didasarkan pada
teori sifat-sifat pemimpin, dengan harapan beraplikasi pada perilaku
kepemimpinan situasional, sehingga ada keterikatan baik emosional maupun
kontingensi tujuan baik individu maupun organisasi, melalui proses tingkat kematangan
kompetensi yang ditunjang motivasi menjadikan diri pemimpin yang melayani dalam
sistem kepemimpian.
Tugas:
1.
Lakukan
analisis singkat atas konsep tersebut di atas. (jawaban soal no 1 ini setelah
diserahkan secara fisik/tertulis, dimasukkan pada komentar, dan diunggah pada
blog masing-2 mahasiswa, print out bukti unggah);
2.
Berikan
contoh satu sikap dan perilaku, yang saudara lakukan dalam komitmen pemimpin
yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan
se-hari-2 saudara secara situasional;
3.
Tingkat
kematangan pemimpin, akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam sikap,
perilaku dan tindakan pengambilan keputusan, apakah usulan saudara agar
mahasiswa dapat mencapai tujuan tersebut ?
Jawaban:
1. Pada
dasarnya kita dicetak sebagai Pemimpin
(leader) dengan kompetensi kepemimpinan (leadership), dengan nilai lebih pada
etika dan filsafat kepemimpinan itulah yang sangat ditekankan pada pemimpin
yang mendatang. Bicara tentang
kepemimpinan, Kepemimpinan itu akan
berlangsung efektif bilamana mampu memenuhi fungsinya, meskipun dalam
kenyataannya tidak semua tipe kepemimpinan memberikan peluang yang sama untuk
mewujudkannya. Dalam hubungan itu sulit untuk dibantah bahwa setiap proses
kepemimpinan juga akan menghasilkan situasi sosial yang berlangsung di dalam
kelompok atau organisasi masing-masing.
Untuk itu setiap pemimpin harus mampu menganalisa situasi sosial kelompok atau organisasinya yang dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan fungsi kepemimpinan dengan kerja sama dan bantuan orang-orang yang dipimpinnya, yang mana pemimipin juga harus bisa mengontrol emosionalnya kepada bawahan atau yang dipimpin. Maka dari itu bila organisasi didalam kepemimipinan itu dapat mengidentifikasikan kualitas-kualitas yang berhubungan dengan kepemimpinan, kemampuan untuk menyeleksi pemimpin-pemimpin yang efektif akan meningkat, bila organisasi dapat mengidentifikasikan perilaku dan teknik-teknik kepemimpinan efektif organisasi, berbagai perilaku dan teknik tersebut akan dapat dipelajari. Disamping kepemimpinin, faktor motivasi yang akan mempengaruhi kinerja pegawai yang dimiliki seseorang adalah merupakan potensi, dimana seseorang belum tentu bersedia untuk mengerahkan segenap potensi yang dimilikinya untuk mencapai hasil yang optimal, sehingga masih diperlukan adanya pendorong agar seseorang pegawai kantor mau menggunakan seluruh potensinya.
Untuk itu setiap pemimpin harus mampu menganalisa situasi sosial kelompok atau organisasinya yang dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan fungsi kepemimpinan dengan kerja sama dan bantuan orang-orang yang dipimpinnya, yang mana pemimipin juga harus bisa mengontrol emosionalnya kepada bawahan atau yang dipimpin. Maka dari itu bila organisasi didalam kepemimipinan itu dapat mengidentifikasikan kualitas-kualitas yang berhubungan dengan kepemimpinan, kemampuan untuk menyeleksi pemimpin-pemimpin yang efektif akan meningkat, bila organisasi dapat mengidentifikasikan perilaku dan teknik-teknik kepemimpinan efektif organisasi, berbagai perilaku dan teknik tersebut akan dapat dipelajari. Disamping kepemimpinin, faktor motivasi yang akan mempengaruhi kinerja pegawai yang dimiliki seseorang adalah merupakan potensi, dimana seseorang belum tentu bersedia untuk mengerahkan segenap potensi yang dimilikinya untuk mencapai hasil yang optimal, sehingga masih diperlukan adanya pendorong agar seseorang pegawai kantor mau menggunakan seluruh potensinya.
2.
Contoh
sikap dan perilaku, dalam komitmen pemimpin
yang berkompeten dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan dalam kehidupan
se-hari-hari secara situasional: Bersikap tegas
dalam mengambil sebuah keputusannya maupaun dalam membuat sebuah keputusan ,
bersifat ramah dan bertamggung jawab besar dan senang menerima saran kritik org
lain.
Komitmen seorang pemimpin yang berkompeten
tidak lepas dari dengan nilai etika dan filsafat kepemimpinan, bagaimana
seorang pemimpin bisa menempatkan diri menjalankan tugasnya sesuai kemampuan yang dimiliki, nilai etika sangatlah
penting dalam jiwa seorang pemimpin, pemimpin yang kompeten mampu membaca
situasional dan kondisi yang dipimpin untuk meningkatkan kinerja yang optimal.
Seorang pemimpin harus mewujudkan visi dan misi organisasi, suksesnya suatu
organisasi tergantung pada satu sikap dan prilaku yang harus dimiliki seorang
pemimpin salah satunya kualitas pribadi seorang pemimpin yaitu seorang pemimpin
yang mempunyai kecerdasan, kemampuan memimpin, kemampuan berkomunikasi,
penyelesaian masalah secara logika, budi pekerti terpuji, pertimbangan yang
baik, mengembangkan ide baru, dan bisa membangkitkan semangat kebawahannya.
Kepemimpinan yang dikehendaki masyarakat saat ini yaitu suatau prestasi nyata
dan kualitas pemikirannya,memiliki jiwa kerakyatan, kepemimpinannya adalah
mandat dari yang dipimpin, siap memimpin secara demokratis, punya wawasan
kearah masa depan berlandas IPTEK, aktif serta didukung orang banyak, pemimpin
yang bisa melayani masyarakat bukan pemimpin yang dilayani.
3. Kematangan seorang pemimpin akan terlihat pada proses kepemimpinan dalam
sikap, prilaku dan tidakan pengambilan keputusan. Pengambilan
keputusan merupakan aktivitas yang sangat menentukan dalam suatu
organisasi. Pengambilan keputusan
merupakan esensi/inti dari kepemimpinan.
Seorang pemimpin disebut pemimpin apabila dapat dan mampu mengambil
keputusan. Dalam kepemimpinan dikenal
gaya-gaya kepemimpinan. Salah satu di antaranya adalah kepemimpinan
partisipatif. Kepemimpinan partisipatif
mengandaikan adanya kondisi pemimpin memberikan ruang yang luas pada keterlibatan yang utuh dan mendalam dari
seluruh pimpinan dan anggota organisasi untuk ikut serta dalam pengambilan
keputusan, agar mencapai suatu tujuan tersebut maka Menurut saya
tingkat kematangan kepemimpinan dalam pengambilan keputusan itu harus bisa
memimpin dangan baik didalam kepemimpinan itu sendiri agar bawahannya merasa
senang pada pengambilan keputusan yang dibuat, dan bawahan juga akan mudah menerima suatu
keputusan apabila mereka dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Keputusan yang berkualitas apabila
keputusan tersebut diputuskan secara bersama melalui proses pertukaran
informasi dan pendapat dalam suatu forum diskusi atau rapat serta keputusan
tersebut dilaksanakan. Jadi usulan yang
tepat mungkin banyak ikut didalam organisasi karena didalam organisasi itu sering
terjadi yang namanya harus membuat suatu
keputusan dan didalam itu juga kita bisa
belajar dengan baik cara membuat suatau keputusan yang baik dan benar untuk
bisa menyenangi bawahan dan kebaikan organisasi tersebut.