Senin, 30 Juni 2014

Peran Public Relations Dalam Menangani Krisis perusahaan



Kepercayaan dan citra yang baik dimata masyarakat merupakan salah satu yang terpenting bagi eksistensi sebuah perusahaan. “Pada era persaingan sekarang ini, bukan publik yang membutuhkan perusahaan, tetapi perusahaan yang butuh public”. Apabila kepercayaan dan citra perusahaan rusak di mata masyarakat, maka perusahaan tersebut harus bersiap-siap untuk menghadapi krisis. Dan justru akan berdampak negative dan akan terus berkepanjangan, serta tingkat kepercayaan atau citra masyarakat menjadi turun secara tajam.
Dan orang yang mempunyai peranan penting untuk mengembalikan citra perusahaan yang baik adalah seorang Public Relations (PR), dimana PR harus memiliki kemampuan dalam mengantisipasi, menghadapi atau menangani suatu krisis kepercayaan (crisis of trust) dan penurunan citra (lost of image) yang terjadi”. Selanjutnya merupakan tantangan berat adalah pemulihan citra positif (recovery of image) masyarakat terhadap kepercayaan perusahaan.
Pekerjaan PR ditekankan pada penelitian terhadap publik. Dari penelitian disusun rencana kerja, kemudian dilaksanakan, lalu dilakukan evaluasi. Secara sistemastis proses pekerjaan PR dalam menangani krisis dan menurunnya citra perusahaan dapat digambarkan sesuai tahapan tadi, yaitu : Penelitian mempunyai peranan sangat penting sebagai kegiatan pendukung dalam melaksanakan fungsi PR, baik untuk memperoleh data, fakta lapangan mengenai citra perusahaan, persepsi, pandangan, dan opini public secara akurat serta tanggapan khalayak sebagai target sasaran mengenai kebikajsanaan, pelayanan, program kerja, aktivitas perusahaan. Setelah mendapatkan hasil laporan yang berupa data dan fakta dari penelitian, PR kemudian menyusun rencana kerja (planning). Dalam hal ini rencana kerja disusun tidak berdasarkan pada keinginan yang dipaksakan dan irasional. Perencanaan yang baik bersifat rasional, flexible, dan berkelanjutan. Tujuan dari perencanaan PR adalah : Mengubah citra, Membentuk citra baru, Memperkenalkan perusahaan, Meningkatkan community relatios dsb. Pelaksanaan dilakukan setelah rencana yang matang mendapatkan persetujuan dari semua pihak terkait. Pelaksanaan kerja merupakan kegiatan operasional dalam melakukan apa yang telah direncanakan. Pengembalian kepercayaan dan citra perusahaan dilakukan dengan menggabungkan tenaga kerja, alat-alat, informasi, waktu, tempat, dan uang. Pelaksanaan ini dikatakan sukses apabila tujuan telah tercapai. Untuk mengebalikan kepercayaan publik dan citra perusahaan, diutamakan pendekatan kepada umum karena menyangkut pandangan masyarakat secara luas. Penilaian (Evaluation)dimana pemeriksaan terhadap program dan rencana yang dapat dilakukan. Tahap ini berguna untuk mengetahui permasalahan yang harus diperhatikan lebih lanjut.
Intinya Peran Public Relations sangat besar dalam penanganan krisis kepercayaan dan penurunan citra perusahaan. PR ini mempunyai tujuan universal yaitu menciptakan public understanding dll. Selain itu PR mempunyai fungsi mengetahui secara pasti dan mengevaluasi pendapat umum yang berkaitan dengan perusahaannya, menasehati para eksekutif mengenai cara-cara menangani pendapat umum yang timbul, menggunakan komunikasi untuk mempengaruhi pendapat umum. Dalam peranannya, PR ini mempunyai metode/kerja untuk menangani krisis kepercayaan dan menurunnya citra. Metode ini terdiri dari beberapa tahap yaitu : penelitian (research), perencanaan (planning), pelaksanaan (action), dan penilaian (evaluation). Dengan demikian metode/kerja dari praktisi PR dalam penanganan krisis yang dialami perusahaannya dapat ditangani dengan baik.

Rabu, 18 Juni 2014

tugas etika dan filsafat kepemimpinan ke-4



Tugas Ke 4

Etika dan Filsafat Kepemimpinan

Stereotipe Visioner Leadership, menjadikan motivasi  saudara sebagai agent of change and development secara akuntabel dengan harapan ransformational leadership dalam Proses Belajar dan Mengajar baik ilmu maupun seni menjadikan saudara “SMART Leadership”.

Tugas/pertanyaan:
1.  Jelaskan makna konsep tersebut di atas !
2.  Faktor-2 apa saja yang mendukung ?
3.  Faktor apa saja yang menghambat ?
4.  Serta bagaimana pemecahannya ?

Keterangan:
1.  Jawaban soal nomor satu langsung di jawab pada komentar di blog dosen pengampu;
2.  Soal nomo 2, 3,4, dijawab melalui Blogg Masing-2 mahasiswa, dan diprint out, dikumpulkan tanggal 19 Juni 2014. Terimaka
 
J    jawaban :
1.  makna dari konsep tersebut ialah bagaimana kita harus benar-benar menjadi leader  dengan kompetensi leadership  bagi masyarakat atau bawahan, yang kita pemimpin yaitu dengan dengan visi dan misi efektif, yang mana visi dan misi tersebut adalah cita-cita dari diri kita sebagai leader, di tambah cita-cita dari masyarakat atau bawahan yang kita pimpin yang telah disesuaikan dengan keadaannya , maka dari itu  kita bisa menjadi agent of change and development yang sejati, selanjutnya bisa ber transformasi menjadi leadership sejati dan dari semuanya itu, harus bisa  memimpin masyarakat dengan mengambil keputusan yang bijak dengan berpegang kepada masyarakat atau bawahan kita  agar menjadi leader yang SMART.



2.  Farkor pendukung:
·         Visi dan misi dari leader dan masyarakat  yang di satukan bisa  menjadikan  tujuan bersama dalam mewujudkannya.
·         Menjadi leader yang SMART 
·          Menpunyai kompetensi, intelektual dan skill  yang bagus
·         Pemimpin yang ber Etikan dan filsafat kepemimpinana
·         Pemimpin yang efektif







3.  Factor penghambat:
·         Visi dan misi yang tidak  sesuai pada kenyatannya  atau dari visi dan misi tersebut belum  bisa untuk dicapai atau belum mencapai target yang  telah di tentukan.
·         Kurang kepercayaan diri seorang leader nya dalam  pencapaian diri yang SMART dalam segala bidang
·         Pemimpin yang tidak terbuka akan melumpuhkan permasalahan yang ada ,karena tidak ditemukan jalan keluar yang pasti.
·         Ketidak-tegasan dan faktor psikologi manusia Secara tidak langsung ketegasan dalam bertindak diperlukan pada saat-saat kritis dan pemahaman tentang karakter masing-masing individu untuk bisa tetap bekerja sama dengan baik dalam sebuah tim
·         Pemimpin yang tidak efektif dalam mengambil sebuah kepeutusan bagi bawahannya artaupun masyarakat banyak yang di pimpinnya


4.  Pemecahan masalah;
·         Yaitu visi dan misi tersebut memang benar cita-cita atu harapan dari leader atau organisasi yang bersangkutan demi kemajuan masyarakat bersama.
·         Percayaannya harus bisa diperkuatkan dari kompetensi-kompentensi maupun skill dan intelekual yang bagus harus bisa benar-benar dikembangkan oleh leader nya
·         Harus bisa terlalu terbuka kebawahannya, baik itu masalah didalam perusahaan maupun organisasi nya agar bisa keluar dari masalah tersebut
·         Harus bisa tegas dalam mengambil suatu kebijakan dan selalu kritis agar bisa bekerjasama dwngan bawahhan nya
·         Dalam mengambiil sebuah keputusan  pemimpij itu harus lah efektif maupun bijak agar  bawahannya atau pun masyarakat banyak  yang pemimpin nya itu bisa merasa yaman dan aman di pemimpin oleh leader yang baik