Kepercayaan
dan citra yang baik dimata masyarakat merupakan salah satu yang terpenting bagi
eksistensi sebuah perusahaan. “Pada era persaingan sekarang ini, bukan publik
yang membutuhkan perusahaan, tetapi perusahaan yang butuh public”. Apabila kepercayaan dan citra perusahaan rusak di mata
masyarakat, maka perusahaan tersebut harus bersiap-siap untuk menghadapi
krisis. Dan justru akan berdampak negative dan akan terus berkepanjangan, serta
tingkat kepercayaan atau citra masyarakat menjadi turun secara tajam.
Dan orang
yang mempunyai peranan penting untuk mengembalikan citra perusahaan yang baik
adalah seorang Public Relations (PR), dimana PR harus memiliki kemampuan
dalam mengantisipasi, menghadapi atau menangani suatu krisis kepercayaan (crisis
of trust) dan penurunan citra (lost of image) yang terjadi”. Selanjutnya
merupakan tantangan berat adalah pemulihan citra positif (recovery of image)
masyarakat terhadap kepercayaan perusahaan.
Pekerjaan
PR ditekankan pada penelitian terhadap publik. Dari penelitian disusun rencana
kerja, kemudian dilaksanakan, lalu dilakukan evaluasi. Secara sistemastis
proses pekerjaan PR dalam menangani krisis dan menurunnya citra perusahaan
dapat digambarkan sesuai tahapan tadi, yaitu : Penelitian mempunyai
peranan sangat penting sebagai kegiatan pendukung dalam melaksanakan fungsi PR,
baik untuk memperoleh data, fakta lapangan mengenai citra perusahaan, persepsi,
pandangan, dan opini public secara akurat serta tanggapan khalayak sebagai
target sasaran mengenai kebikajsanaan, pelayanan, program kerja, aktivitas
perusahaan. Setelah mendapatkan hasil laporan yang berupa data dan fakta
dari penelitian, PR kemudian menyusun rencana kerja (planning). Dalam
hal ini rencana kerja disusun tidak berdasarkan pada keinginan yang dipaksakan
dan irasional. Perencanaan yang baik bersifat rasional, flexible, dan
berkelanjutan. Tujuan dari perencanaan PR adalah : Mengubah citra,
Membentuk citra baru, Memperkenalkan perusahaan, Meningkatkan community
relatios dsb. Pelaksanaan
dilakukan setelah rencana yang matang mendapatkan persetujuan dari semua pihak
terkait. Pelaksanaan kerja merupakan kegiatan operasional dalam melakukan apa
yang telah direncanakan. Pengembalian kepercayaan dan citra perusahaan
dilakukan dengan menggabungkan tenaga kerja, alat-alat, informasi, waktu,
tempat, dan uang. Pelaksanaan ini dikatakan sukses apabila tujuan telah
tercapai. Untuk mengebalikan kepercayaan publik dan citra perusahaan, diutamakan
pendekatan kepada umum karena menyangkut pandangan masyarakat secara luas. Penilaian
(Evaluation)dimana pemeriksaan terhadap program dan rencana yang dapat
dilakukan. Tahap ini berguna untuk mengetahui permasalahan yang harus
diperhatikan lebih lanjut.
Intinya
Peran Public Relations sangat besar dalam penanganan krisis kepercayaan
dan penurunan citra perusahaan. PR ini mempunyai tujuan universal yaitu
menciptakan public understanding dll. Selain itu PR mempunyai fungsi
mengetahui secara pasti dan mengevaluasi pendapat umum yang berkaitan dengan
perusahaannya, menasehati para eksekutif mengenai cara-cara menangani pendapat
umum yang timbul, menggunakan komunikasi untuk mempengaruhi pendapat umum. Dalam
peranannya, PR ini mempunyai metode/kerja untuk menangani krisis kepercayaan
dan menurunnya citra. Metode ini terdiri dari beberapa tahap yaitu : penelitian
(research), perencanaan (planning), pelaksanaan (action),
dan penilaian (evaluation). Dengan demikian metode/kerja dari
praktisi PR dalam penanganan krisis yang dialami perusahaannya dapat ditangani
dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar