NAMA : FERNANDES YUDHA
NIM : 2013210040
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA
M.K : ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN
KEPEMIMPINAN
VISIONER
Setiap
pemimpin membentuk visi dengan caranya masing-masing, kadang-kadang
bersifat obyektif dan rasional, kadang-kadang intuitif dan subyektif.
Tindakan
tanpa visi sama artinya dengan terjebak dalam kegelapan dan visi
tanpa tindakan adalah seperti puisi yang meratapi kemiskinan.
Secara
sederhana, visi adalah masa depan yang realistis, dapat dipercaya,
dan menarik bagi organisasi anda. (Burt Nanus, 2001, Kepemimpinan
Visioner, Penerbit PT Prelindo, Jakarta).
Tugas2.
1.
Susun visi, misi dan strategi anda, dalam mepersiapkan diri
sebagai agent of change and development ?
2.
Apakah faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam
merealisasikan visi saudara tersebut?
3.
Bagaimana mengatisipasi faktor pendukung tersebut agar tidak
menimbulkan arogansi ?
4.
Dan bagaimana pula mengorganisir faktor penghambat agar tidak
menimbulkan sikap apatis ?
5.
Konflik akan selalu terjadi pada setiap orang yang akan
melakukan perubahan, bagaimana caranya agar potensi konflik tersebut
dapat menjadi daya dorong susksesnya visi saudara ?
Keterangan:
1.
Khusus jawaban soal nomor 5, dimasukkan pada komentar blog
dosen pengampu, dan blognya mahasiswa masing-masing mahasiswa, dan;
2.
Seluruh jawaban diserahkan pada pertemuan tanggal 8 Mei 2014.
JAWABAN
:
- Visi merupakan tujuan hidup, arahan untuk apa kita kedepannya. Dan visi memiliki kriteria tersendiri bersifat obyektif dan rasional, kadang-kadang intuitif dan subyektif. Selain itu, visi juga tentunya melibatkan orang lain. Dan misi itu sendiri adalah hal yang dilakukan agar dapat mencapai visi.
Dan
visi dan misi saya :
Visi
:
- pemimpin yang handal
- pelayan public yang mempunyai kompetensi yang baik.
Misi
:
- Meningkatkan skill public speaking
- melatih softskill dan hardskill pelayanan dan kepemimpinan
- Meningkatkan kompetensi agar lebih baik lagi
- Aktif berorganisasi
- Menjadi pengurus di keanggotaan dikampus maupun diluar demi menjadi pemimpin yang handal dan pelayana public yang berkompentensi
Strategi
:
- Selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Yaha Esa
- Meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan softskill
- Akitf berorganisasi dikampus maupun di luar kampus
- Dukungan dan doa dari orang tua dan keluarga
- Belajar dari kesalahan yang dibuat jadikan motivasi
- Faktor Pendorong dalam merealisasikan mimpi :
- Sukses saya bermanfaat bagi sesama
- Dukungan dan doa orang tua
- Cita’’ yang ingin dicapai
- Tempet saya kualitas pelayan public yang kurang baik
- Dan kualitas kepemimpinan yang tak terorganisir
Faktor
Penghambat dalam merealisasikan mimpi :
- Kurangnya kepercayaan diri
- Cara berbicara yang masih harus terus ditingkatkan
- Kompetensi yang masih kurang
- Dalam mengantisipasi faktor pendukung agar tidak menjadikan arogansi.
Dalam
hal ini kita ingin menjadi pemimpin yang handal dan pelayan pubuc
yang bekompetensi harus selalu rendah diri tidak sombong merasa diri
paling hebat dalam hal ini mungkin kita jauh dari yang namanya
arogansi.
- Mengkoordinir faktor penghambat agar tidak menjadi apatis adalah dengan :
- Selalu berharap dan bersyukur kepada Tuhan
- Selalu berusaha walaupun memiliki suatu kekurangan,
- pemimpin yang baik harus bekerja keras walaupun bagaimana keadaannya tetap selalu semangat dalam suatu program kerja.
- Optimis dan mengapai visi yang dicapai
- Setiap manusia tentu pernah mengalami konflik, baik itu berat maupun ringan dalam melakukan/ melaksanakan suatu perubahan besar bagi dirinya sendiri ataupun untuk orang lain, dan Masing-masing dari kita sendiri memiliki gaya tersendiri dalam menghadapi konflik yang terjadi dalam diri kita. Dan Konflik merupakan kondisi dimana terjadinya ketidakcocokkan antar nilai atau tujuan-tujuan yang hendak dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Cara mengatasinya menurut saya, mengendalikan emosi lalu diikuti dengan berpikir positif dalam menghadapi semua masalah, dan konfik yang ada dan dalam artiannya jadikan motivasi untuk maju, berbagi informasi secara terbuka , lakukan introspeksi diri kemudian gunakan kekuatan daya pikir sehat kita, Selalu bersemangat dalam menghadapinya, fokus pada hal-hal yang ingin diubah dan tantangan yang akan dihadapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar